Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi

Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi

Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi

Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi

Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi
Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi

Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi

Komunikasi merupakan kebutuhan penting manusia sebagai makhluk sosial. Agar dapat berkomunikasi yang baik dengan orang lain, maka penting untuk memahami ekspresi wajah dan bahasa tubuh.

Mengapa Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting?

Karena menjalin hubungan dalam kehidupan sehari-hari tidaklah mudah seperti yang kita harapkan. Seperti kita maklumi, sifat dan karakter orang per orang sangatlah berbeda dan kadang sulit diprediksi. Sering kali, kita tersentak pada perilaku seseorang yang selama ini dipersepsikan baik, ternyata mempunyai tabiat yang tidak mengenakkan tanpa diketahui siapapun bahkan sedikit orang yang mengetahui tabiat tersebut. Begitu sebaliknya, orang yang tak pernah kita sangka baik, malah mempunyai pendaran cahaya dihatinya.

Sebenarnya, setiap hari kita telah terbiasa menggunakan bahasa tanpa ucapan dan orang mengenalnya sebagai bahasa tubuh. Kita sering mengamati rekan kerja di kantor yang acuh tak acuh saat diajak berbicara, spontan mengalihkan topik pembicaraan, ataupun tanda kegeraman dari raut wajahnya. Dari situ, kita telah bisa mencoba mengurai sebuah pertanyaan, “Mengapa dia besikap seperti itu?” sehingga dihasilkan jawaban, “Sepertinya aku harus melakukan seperti ini deh!” Namun, yang menjadi kendala adalah kita tidak pernah mencoba dan memolakan pola latihan kita dengan latihan memahami bahasa tubuh secara optimal. Hasilnya, kita selalu terjebak pada rutinitas penguraian masalah yang itu-itu saja dan menjemukan.

Manfaat Memahami Bahasa Tubuh

Pelajaran yang bisa kita ambil dari ilmu bahasa tubuh adalah nilai yang didapat akan menjadikan kita lebih bijaksana dalam hidup, mari kita simak uraian berikut ini.

  1. Menyelamatkan hubungan; memahami seseorang tidak cukup dengan mengenalnya dalam jangka waktu yang lama. Mengenal seseorang juga bukan berarti kita mengetahui apa yang sedang dipikirkannya. Kadang, persahabatan atau pernikahan yang sudah terjalin lama bisa saja kandas hanya karena terjadi sedikit kesalahpahaman. Sebelum hal ini terjadi, alangkah baiknya kita belajar memahami komunikasi nonverbal yaitu ekspresi wajah dan bahasa tubuh, sesuatu yang tidak diucapkan oleh lawan bicara. Komunikasi yang sudah terjalin, jika diimbangi dengan pemahaman bahasa tubuh yang baik, tentu akan menumbuhkan hubungan yang lebih harmonis. Dengan memahami bahasa tubuh, bukan hanya hubungan yang sudah terjalin lama akan dapat diselamatkan, tetapi juga dalam beberapa detik, hubungan itu bisa menjadi hubungan sehidup semati.
  2. Menyelamatkan diri dari bahaya; Bahasa tubuh amat berguna untuk menyelamatkan diri kita dari berbagai bahaya. Salah satunya adalah menghindari tindak penipuan. Kalau anda menyangka bahwa seorang kenalan lama atau kenalan baru anda adalah mutlak sebagai orang baik, berhati-hatilah. Sering kali kita diperdaya oleh orang “baik” yang bermaksud menipu. Jika kita tidak dapat mengenali tanda-tanda tipuan melalui bahasa tubuhnya, ujung-ujungnya kita akan masuk dalam daftar “korban empuk”. Sebaliknya, jika kita dapat meresapi bahasa tubuh mereka bahwa orang tersebut berkata bohong atau bertindak mencurigakan tentunya hal yang tidak kita inginkan akan tereduksi.
  3. Mendatangkan rezeki dan kebahagiaan; Kemampuan membaca bahasa tubuh ternyata bisa membawa berbagai rezeki dan kebahagiaan. Contohnya, Anda bertemu dengan seseorang yang baru dikenal dan orang tersebut terlihat sangat tertarik kepada Anda. Tetapi, karena anda kurang cakap dalam menangkap bahasa tubuhnya, peristiwa tersebut berakhir begitu saja tanpa kesan dan pesan yang berkelanjutan. Padahal, suatu kesempatan berharga yang hadir beberapa saat saja itu, jika dapat anda manfaatkan dengan baik, bisa memberikan dampak yang begitu luas terhadap hidup anda. Ada sebuah cerita menarik yang terjadi di sebuah bandara. Disebuah ruang tunggu, seorang wanita duduk sambil sesekali menoleh keseorang pria yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Sambil memainkan gantungan kunci dengan tangan kanannya, wanita itu sesekali menggerakkkan kakinya kedepan dan kebelakang dengan gelisah. Sementara, tangan kirinya beberapa kali membetulkan letak rambutnya yang sebenarnya sudah rapi. Bagi orang yang tidak memahami bahasa tubuh dengan baik, sikap wanita ini tidak akan berarti apa-apa. Kesan yang diterima hanyalah sebuah gerakan wajar dari seseorang karena kesal menunggu. Tetapi, lain halnya dengan pria yang berdiri tadi. Dia memahami dengan baik tingkah laku si wanita tersebut. Dengan tidak membuang waktu lagi, si pria menghampiri si wanita itu, lalu terjadilah komunikasi dua arah. Apa yang terjadi kemudian? Wanita itu memang membutuhkan seorang teman yang dapat diajak ngobrol dan menemani perjalanannya. Dapat dikatakan, kita mendapatkan teman baru yang mungkin suatu saat akan berguna. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa menyambung tali silaturahmi akan meluaskan rezeki kita?. Begitu juga dalam hubungan bisnis. Bahasa tubuh menjadi topik yang tidak akan pernah terlewatkan. Dalam seni bernegosiasi, bahasa tubuh memainkan peran yang penting. Langkah-langkah negosiasi selalu diawali dengan kemampuan membaca bahasa tubuh lawan bicara/negosiasi. Bahasa tubuh menunjukkan minat seseorang terhadap suatu tawaran. Hal itu dapat ditunjukkan dari ekspresinya; menolak, tertarik, bosan, cemas, tegang, buru-buru dan sebagainya. Bahasa tubuh juga menjadi sinyal apakah negosiasi akan mendatangkan kesepakatan atau tidak. Jane Templeton, seorang psikolog, menulis “How Salesman Can Find Out What’s really on Customer’s Mind” dalam sebuah artikel majalah. Isinya sebagai berikut. “Jika mata seorang calon pembeli terlihat putus asa dan wajahnya berpaling, berarti anda untuk diminta diam. Sebaliknya, jika mulutnya tenang, tidak memperlihatkan senyuman dingin dan dagunya agak maju, kemungkinan dia memikirkan penawaran anda. Tetapi, jika mata Anda dan matanya bertemu untuk beberapa detik, kemudian senyumnya mengembang sampai batas hidung, dia sedang mempertimbangkan penawaran Anda dan belum memutuskannya. Jika kepalanya berubah arah, tersenyum tenang, dan terlihat antusias, sebuah kesepakatan sebenarnya telah tercapai.” Bahasa tubuh merupakan satu kesatuan yang menjadi bagian tak terpisahkan sejak anda memulai bangun tidur sampai mau tidur lagi, bahkan ketika sedang tidur.

Bahasa tubuh bersifat universal atau umum, artinya semua orang di dunia menggunakannya tanpa dibatasi oleh perbedaan bahasa. Oleh karena itu, bahasa tubuh dianggap lebih kaya dengan makna dan arti dibanding bahasa verbal yang hanya berupa kata-kata saja. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam membaca dan memahami bahasa tubuh seseorang, seperti:

  1. Ekspresi wajah; Ekspresi wajah merupakan salah satu bagian dari bahasa tubuh. Anda bisa mengetahui perasaan seseorang hanya dengan melihat ekspresinya saja. Kata-kata yang dikeluarkan seseorang bisa saja tidak benar atau berupa kebohongan, tapi ekspresi yang ditunjukkannya mungkin menunjukkan situasi yang sebenarnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekspresi wajah mampu memperlihatkan kredibilitas, keramahan, dan kecerdasan seseorang.
    Beberapa contoh emosi yang dapat diekspresikan melalui ekspresi wajah meliputi:

    • Bahagia, gembira, atau senang
    • Sedih
    • Marah
    • Heran
    • Bingung
    • Takut
    • Menghina, mengejek, atau merendahkan
    • Kaget
  2. Mata; Selain ekspresi wajah, mata mampu mengungkapkan banyak hal, baik itu yang sedang dirasakan atau dipikirkan oleh seseorang. Ketika Anda sedang terlibat percakapan dengan orang lain, memerhatikan gerakan mata adalah hal penting. Saat membaca bahasa tubuh, perhatikan sinyal mata berikut ini.

    Tatapan mata

    Ketika seseorang melihat langsung ke mata Anda saat melakukan percakapan, ini menunjukkan bahwa ia tertarik dan memperhatikan topik yang sedang dibicarakan. Namun, bila kontak mata yang dilakukan cukup lama dan tajam, bisa dibilang ini tanda adanya ancaman.

    Di sisi lain, memutuskan kontak mata dan sering berpaling menunjukkan bahwa orang tersebut merasa terganggu, tidak nyaman, atau mencoba untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya dari dari Anda.

    Kedipan mata

    Berkedip itu wajar, tapi Anda juga harus memerhatikan seberapa banyak lawan bicara Anda melakukan kedipan mata. Orang sering berkedip lebih cepat jika mereka sedang merasa tertekan, tidak nyaman, atau ketika sedang berbohong.

    Ukuran pupil

    Bagian tengah mata yang berwarna lebih gelap adalah pupil. Sebenarnya ini berfungsi untuk menyesuaikan keadaan cahaya di lingkungan. Dalam keadaan gelap, ukuran pupil akan membesar dan begitu pula sebaliknya.

    Bukan hanya cahaya, emosi juga menyebabkan perubahan pada ukuran pupil. Contohnya, seseorang yang tertarik atau merasa terangsang melihat sesuatu, pupil matanya akan membesar.

  3. Gerakan bibir; Saat Anda mengamati ekspresi wajah, perhatikan juga gerakan bibir yang dilakukan oleh lawan bicara Anda. Terutama saat seseorang tersenyum. Senyum tidak selalu menandakan rasa senang atau bahagia, ada banyak emosi yang ditutupi dengan senyuman. Saat membaca bahasa tubuh seseorang, gerakan bibir yang Anda perhatikan meliputi:
    • Menggigit bibir menunjukkan perasaan khawatir, cemas, takut, tidak aman, dan tertekan.
    • Mengatupkan bibir pertanda ketidaksetujuan, ketidakpercayaan, atau ketidaksukaan.
    • Ujung bibir turun ke bawah menunjukkan ketidaksetujuan atau kesedihan.
  4. Gestur; Gestur merupakan sinyal bahasa tubuh yang paling jelas dan mudah dimengerti. Misalnya melambaikan tangan, mengepalkan tangan, menunjuk seseorang, atau membuat tanda v dengan jari.Sayangnya, tidak semua negara memaknai gestur dengan arti yang sama.Contohnya saja, gestur acungan jempol. Gestur ini bisa diartikan sebagai apresiasi kepada seseorang, tapi juga memiliki arti lain yaitu terserah bila di negara Iran. Bukan hanya itu, acungan jempol juga pertanda membutuhkan tumpangan pada kendaraan yang lewat.
  5. Posisi tangan dan kaki; Posisi lengan dan kaki juga berguna untuk menyampaikan infomasi secara tidak langsung. Seseorang yang menyilangkan tangan bermaksud untuk mempertahankan diri atau melindungi diri. Sementara menyilangkan kaki ditunjukkan ketika seseorng membutuhkan privasi.Menggerakan jari atau menggerakan kaki dengan cepat menunjukkan peraasan gelisah, bosan, tidak sabar, atau tertekan. Kemudian, melipat tangan di dada menunjukkan sikap berkuasa, bosan, atau marah.
  6. Postur; Postur tubuh bukan hanya memengaruhi kesehatan, tapi juga menunjukkan bahasa tubuh, yaitu karakteristik kepribadian seseorang. Orang yang memiliki posisi duduk tegak menunjukkan bahwa ia orang yang fokus dan memperhatikan hal yang sedang dilakukannya. Sementara orang yang duduk dengan tubuh membungkuk ke depan atau ke sisi lain, mengisyaratkan kebosanan dan ketidakpedulian.Orang yang memiliki postur tubuh terbuka dan tegap biasanya memiliki sifat yang terbuka dan ramah. Sebaliknya dengan orang yang memiliki postur tubuh membungkuk menunjukkan perasaan tidak semangat atau kecemasan.

Sumber:

  1. Psikologi Bahasa
  2. Hello Health Group Pte
Memahami Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh Penting Dalam Berkomunikasi
5 dari 43 penilaian
Asep Rohimat

Seorang pemrogram komputer yang suka mengerjakan proyek-proyek minimalis.

2 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Mei 16, 2019 - 12:17

masa kecil dulu saya tak faham apa maksud body languange. adakah tubuh kita boleh berkata-kata? hahaha tapi bila makin dewasa saya saya faham sikit apa yang dimaksudkan…

Balas
Mei 16, 2019 - 23:07

apalagi jika sudah berada di lingkungan kantor / bertemu dengan orang2 profesional, ekspresi tubuh memang perlu diperhatikan

Balas

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *